Jumat, 25 November 2011

CERSIL API DI BUKIT MENOREH (BUKU 1-60)

"Tidakkah ada orang lain yang dapat menyampaikan berita itu?" Potong adiknya.

"Tak ada orang lain!" sahut kakaknya.

"Tetapi…." Bibir Sedayu gemetar.

"Aku harus pergi!" Untara segera bangkit. Tetapi tangan adiknya cepat-cepat menggapai kainnya.

"Jangan, jangan," adiknya berteriak "aku takut!"


Untara menarik nafas panjang. Katanya, “kau hanya akan berada di rumah ini sendirian malam nanti. Besok kau pergi ke Banyu Asri. Kau akan tinggal di sana sampai aku pulang.”

"Aku takut, justru malam ini" sahut adiknya. "Bagaimana kalau laskar yang liar itu datang kemari?"

"Mereka tak akan datang kemari," jawab kakaknya. "Aku tahu pasti. Mereka akan menyergap Paman Widura. Karena itu aku harus pergi."

"Tidak..., tidak!" Mata Sedayu mulai basah. Dan akhirnya dari matanya itu melelehkan airmata.

Sekali lagi Untara menarik nafas panjang-panjang. Tanpa sesadarnya ia terlempar kembali, duduk di samping adiknya. Hatinya menjadi bingung. Ia tidak dapat berpangku tangan terhadap laskar Widura yang sedang terancam bahaya. Tetapi adiknya benar-benar penakut. Anak yang telah mendekati usia 18 tahun itu sama sekali menggantungkan dirinya kepada orang lain. Sepeninggal ayahnya beberapa tahun yang lampau dan ibunya yang baru beberapa bulan, maka anak itu hampir tidak pernah berpisah darinya. Apalagi di dalam kekalutan keadaan seperti saat itu. Sehingga dengan demikian Untara merasa seakan-akan memelihara anak bayi.

"Sedayu," katanya kemudian, "umurmu telah hampir 18 tahun. Dalam usia itu Adipati Pajang yang dahulu bernama Mas Karebet, telah menggemparkan Demak. Dan sekarang dalam usia yang muda pula, Sutawijaya berhasil melawan Penangsang yang perkasa."

"Aku bukan mereka!" jawab Sedayu.

Untara menggeleng-gelengkan kepalanya. Katanya, "setidak-tidaknya kau harus malu kepada dirimu sendiri."

Silakan unduh bundel bukunya di sini untuk membaca cerita selengkapnya. Selamat menikmati dan teruslah berbagi.

.........TERKAIT.........

1 komentar:

  1. baru skrg sy menemukan buku bacaan sy ketika kecil dan belum tamat membacanya dan skrg usia saya dah 60 th

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...